Senin, 25 Mei 2015

Ngruwet, Ritual Bikepacker Kere

Selangkah lagi gue punya pasangan dalam mengoyak panjangnya aspal untuk mencumbu Pantai Soge di Pacitan. Tapi sayang, hal itu gagal saat sang patner tiba-tiba membatalkan untuk ikut. Mau tak mau gue paksakan diri untuk ber-bikepacking-ria sendirian. Sebenernya niat gue ajak patner, selain biar lebih seru juga supaya ada yang bisa diajakin patungan. ngahaha.

Sesuai dengan judul di atas, walaupun gue bikepacker kere yang sudah kehilangan aset patungan dana, tapi gue juga gak mau mati gaya. Untuk memenuhi kebutuhan style biar agak kerenan dikit maka gue pilih ritual Ngruwet (Ngacau) sebagai modalnya... Bukan..bukan, ini bukan ritual jambi-jambi atau pelet agar terlihat mempesona di mata orang lain, gue percaya tanpa pelet gue sudah mempesona.huehue. Ngruwet adalah usaha mengacau teman untuk kelancaran buang hajat, eh untuk kelancaran hajatan gue. Jadi gue Ngruwet beberapa barang teman untuk gue pakai ngasphalt seperti, Tas, Kacamata, Topi, Helm, bahkan smartphone kakak terpaksa gue ruwet buat foto-foto nantinya. muehehe... Gak papa dong ngruwet, ntar juga dibalikin kok. (faktanya semua barang masih di rumah gue.muehehe)

beberapa barang ruwetan - @ Pantai Soge

Bermodalkan doa, pesangon pas-pasan dan ritual Ngruwet gue beranikan diri menjalankan si Mungil sang kuda besi menempuh meter demi meter untuk menjamah kepingan surga yang berserakan di berbagai sudut pulau Jawa.

Sukoharjo, menjadi tempat pertama yang gue hinggapi setelah satu jam perjalanan. Bukan apa-apa hanya untuk menambal ban depan si mungil yang tertusuk paku, sesuatu yang tidak gue rencanakan pastinya. Butuh waktu 30 menit untuk menambal ban karena harus mengantri satu pasien. Tak apalah, itung-itung untuk kembali mengumpulkan energi yang sempat terbuang di perjalanan.


Dari Sukoharjo kembali si mungil gue ajak melibas bergelombangnya jalanan Wonogiri - Baturetno bahkan di beberapa titik sedang dilakukan perbaikan jalan dan harus dilakukan buka tutup karena hanya membuka satu lajur jalan. Baru setelah akan memasuki Pacitan jalan sudah mulus dan enak buat memacu si Mungil lebih cepat. Kurang lebih 3 Jam waktu yang gue butuhkan untuk sampai di Pantai Soge terhitung dari Sukoharjo. Jalanan mulus ditambah pemandangan tebing di sisi jalan cukup dijadikan teman seperjalanan.

Rasa lega langsung terasa saat di kejauhan mulai tampak luasnya lautan dengan warna birunya dan ombak yang menggulung-gulung saling mengejar dan semakin membuncah saat lautan itu benar-benar berada di depan mata.. Alhamdulillah.... sampai tujuan dan Subhanallah dengan pemandangan yang Tuhan ciptakan untuk kita jaga dan nikmati ini.

Pantai Soge - Pacitan Jawa Timur

Panorama Pantai Soge Pacitan Jatim
Apa yang terlintas di dalam pikiran kalian begitu melihat foto di atas? Panas? Ya, memang itulah adanya, tapi jangan hentikan langkahmu. Melangkahkah lebih jauh untuk menemukan letak keindahannya. Sebelumnya gue sudah tahu seperti inilah gambarannya, tapi gue coba dulu jelajahi hingga ke ujung timur hingga menemukan jembatan biru.

Jembatan Biru Pantai Soge

Dari Jembatan Biru bisa gue lihat pemandangan dari sudut lain dan tepat di bawah jembatan mengalir air sungai yang menuju laut lepas, sebelum melintasi Jembatan Biru ini juga gue temukan spot menarik yang bakal gue jadikan tempat beristirahat nantinya.


Akhirnya ketemu juga tempat yang pas buat istirahat melepas lelah. Teduhnya pohon kelapa dengan hamparan pasir putih ditambah air  yang bermuara di depan mata menjadikan tempat ini begitu istimewa. Paling tidak sudah tersedia warung untuk melepas lelah saat bekal habis dan kamar mandi yang bisa digunakan untuk membilas diri seusai main air.

Warung Kamar mandi dan rindangnya pohon kelapa
Tempat parkir yang langsung menghadap pantai

Muara surut dijadikan main anak-anak
Dermaga yang biasa digunakan bermain perahu angsa








gue yang di belakang
Add caption
Istirahat dulu, kaku nih badan, masih ada perjalanan pulang yang harus dihadapi. ini ceritaku mana ceritamu?

Selasa, 21 April 2015

Boyolali Semakin Tersenyum


Kalian warga Boyolali harus bangga dengan apa yang dimiliki kota kecil ini. Dan berikut akan ku bagi beberapa hal yang pantas untuk dibanggakan bagi kalian warga Boyolali dan semoga menjadi daya tarik bagi kalian yang belum pernah menginjakkan kaki di kota yang mempunyai slogan TERSENYUM (Tertib, Elok, Rapi, Sehat, Nyaman untuk Masyarakat) ini.

1. Sumber Daya Alam (SDA)
Patung sapi perah Boyolali

Boyolali terkenal dengan julukan kota susu karena salah satu daerahnya merupakan penghasil susu, bahkan bisa kalian temukan patung sapi perah di berbagai sudut kota yang menjadi ikon kota Boyolali. Tapi perlu diketahui bahwa hampir semua SDA terutama pangan ada di Boyolali yang tersebar di berbagai kecamatan. Penghasil daging sapi di Ampel, sayur mayur di Cepogo, ada waduk Cengklik di Ngemplak dan Kampung Lele di Sawit yang bisa diambil ikannya, sawah yang terbentang di mana-mana menjadikan bukti kekayaan alam yang dimiliki Boyolali.

2. Fasilitas Transportasi

Jika kalian orang luar kota yang ingin berkunjung ke Boyolali, jangan takut tersesat. Di sini bisa ditemui berbagai model alat transportasi dari Dokar/Andong, Bus, Angkuta, bahkan Taksi pun sudah tersedia yang siap antar jemput kalian. Belum cukup meyakinkan kalian untuk bisa sampai di sini? Oke kalian bisa berkunjung ke sini via pesawat terbang yang langsung mendarat di Bandara Internasional Adi Sumarmo Boyolali.
Bandara Internasional di Boyolali
Ini bukan rekayasa sotosop, ini fakta dan realita bahwa bandara Adi Sumarmo masih masuk dalam kabupaten Boyolali, hanya saja letaknya yang lebih dekat dengan kota Solo menjadikan Bandara ini lebih tersohor dengan sebutan bandaranya Solo.

ditemukan di Boylali kota
Oya, ada info nih yang sepertinya tidak banyak diketahui bahkan oleh warga Boyolali sendiri. Di Boyolali kota terdapat lahan milik  PT.KAI (Kereta Api Indonesia) yang tidak menutup kemungkinan suatu saat di Boyolali kota akan dibangun Stasiun kereta. Keren kaann...

3. Pendidikan

Universitas Boyolali
Ada berbagai macam tingkat pendidikan di Boyolali. Dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, Akademi Kebidanan bahkan ada sebuah Universitas di Boyolali. Tak pantas bagi kalian mengatakan "Alah.. Universitas macam itu apa ada peminatnya?" Karena seharusnya kita mendukung langkah baru di bidang pendidikan ini. Walau belum lama diresmikan tetapi Universitas Boyolali ini bisa dijadikan langkah awal bagi Boyolali untuk terus berkembang di bidang pendidikan. Siapa tahu di kemudian hari akan mencetak lulusan yang berguna bagi masyarakat luas. Aamiiin...

4. Kuliner

Sambal Tumpang
Sebagai kota penghubung antara kota Solo dan Semarang. Boyolali sering kali dijadikan tempat transit untuk melepas lelah, sehingga hal ini dimanfaatkan baik oleh warga Boyolali untuk membuka usaha kuliner. Bagi yang sedang berkantong limit kalian bisa mampir di Angkringan, sebuah warung tenda di pinggir jalan yang menjajakan aneka makanan murah dan komplit. Adapula masakan tradsional yang dikemas apik bak resto dan bagi kalian yang ingin merasakan makanan kebarat-baratan ada juga steak, burger, pizza, fried chicken . Akan tetapi ada kuliner khas Boyolali yang patut dicoba yaitu sambal tumpang / sambal lethok.


5. Wisata

Umbul Tlatar
Di Boyolali terkenal dengan wisata umbul / mata airnya. Ada Umbul Tlatar dan Umbul Pengging yang bisa digunakan untuk rekreasi keluarga. Selain untuk renang di sini kalian juga bisa memancing, bermain dengan ikan di taman air juga menikmati masakan ikan bakarnya.

Sedikit tambahan tentang tempat wisata di Boyolali. Banyak wacana yang menyebutkan bahwa Boyolali akan membangun sebuah museum yang digadang-gadang sekelas dengan museum Louvre di Perancis. Uwaaaww....
Museum Louvre di Perancis

6. Kerajinan

replika Buggati Veyron

Tumang sudah lama menjadi daerah penghasil kerajinan tembaga di Boyolali. Namun akhir-akhir ini muncul kerajinan lain yang cukup menarik perhatian warga Indonesia bahkan mungkin dunia. Yaitu sebuah kerajinan pahat kayu di Mojosongo yang berhasil membuat replika mobil mewah Buggati Veyron. Ternyata selain replika Buggati Veyron adapula replika mobil dan motor lainnya yang lahir dari tangan terampil warga Boyolali.

Setelah membaca ini apa kalian warga Boyolali yang kebetulan merantau ke luar kota masih menjawab "dari Solo" saat ada yang menanyakan tempat asal kalian? Kota kecil yang mempunyai SDA melimpah, bandara internasional, yang sebentar lagi akan membangun museum sekelas museum di luar negeri. Yah.. semoga menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Boyolali dan menjadi daya tarik tersendiri bagi kalian yang belum pernah menapakkan kaki di sini.

Jika kalian sedang merantau dan ditanya dari mana asal kalian, jangan ragu untuk menjawab "dari Boyolali".

Rabu, 01 April 2015

Tips menilai kecantikan Lady Biker | Jomblo masuk


Marissa Ulfah Indrawan - Lady Biker
Bukan menjadi rahasia lagi jika seorang jomblo sering memperhatikan segala sesuatu di sekitar mereka. Karena mereka sedang berusaha menemukan secercah harapan untuk mempunyai seorang pacar. | Kalau bisa mah lebih, jangan hanya seorang pacar. huehue | Itu kan elu, kalau gue mah setia mennn... Setia menunggu karena gak laku. hahajinguukk...

Jadi kalau kamu tiba-tiba mulai diajak kenalan seseorang, di mana orang itu tau hal-hal kecil tentang kamu, jangan kaget! Jomblo memang perhatian. Ia rela mengumpulkan informasi sebagai kunci melunakkan hatimu dan sebagai bentuk pembuktian diri bahwa ia benar-benar orang yang perhatian. Saking perhatiannya ia sampai mengetahui hal-hal kecil yang tidak terduga tentang kamu. | cie.... yang berpengalaman menjomblo. hahaha..

Oke-oke, jomblo adalah pangkat yang sudah melekat erat denganku. Dan sebagai seorang jomblo yang selalu memperhatikan hal-hal di sekelilingnya. Muncullah ilmu baru hasil pengamatan yang bisa digunakan untuk menilai lady biker atau wanita pengendara motor, apakah ia istimewa atau biasa, tua atau muda. Dan berikut akan kubagi beberapa tips membedakannya untuk kalian.

1. Pakaian & Tas

Ini hal pertama yang bisa diperhatikan. Dari model pakaian dan tas minmal kita bisa bedakan seorang anak kuliahan atau ibu-ibu rumah tangga. malah dari pengamatan yang mulai ku kembangkan, cara memakai tas punggung/ransel bisa menentukan sifat pemakainya. Duh sok tahu banget gue. ngahahaha

Jadi bro, kalau lady biker yang menggunakan ransel dengan tali bahu pada tempatnya, seimbang kanan dan kiri itu berarti dia seorang yang mengutamakan kenyamanan. Orang yang mengutamakan kenyamanan daripada gaya menurutku adalah orang yang berpikiran dewasa.

Nah, kalau lady biker pemakai ransel yang tali bahu kanan dan kiri diulur panjang hingga ransel mendarat ke fantat, di mana saat berkendara tali bahu melorot , menurut ku adalah tipe wanita ceria. Ya kalian perhatikan sajalah anak kuliahan atau anak sekolahan yang menerapkan model tas begini.

2. Mata

Lihat mata mereka, ini adalah terobosan baru jika kalian tak bisa melihat muka mereka yang tertutup masker. Terkadang mata mereka bisa dilihat dari pantulan kaca spion motor mereka. Menurutku, mata yang cantik cerminan wajah yang cantik, kalau mata cantik kemungkinan wajah cantik itu besar. Seringlah mengasah keterampilan ini dengan memperhatikan mata yang dimiliki wanita cantik, pasti bisa. temukan pesonanya!

3. Kaki

Dulu kita sering menilai bahwa lady biker pemilik rambut panjang yang tergerai lurus adalah cermian wanita cantik, dan itu benar adanya. Hanya saja kini hal itu tidak lagi bisa digunakan sebagai patokan, juga tidak bisa diterapkan untuk menilai lady biker berjilbab.

Lalu kenapa kaki? Lihat saja kaki dan tumit mereka. Kalau kulit kaki mereka putih bersih merata serta tumit halus tidak pecah-pecah, bisa dipastikan masih muda dan istimewa walau tidak menutup kemunginan bahwa ia seorang wanita dewasa yang rajin merawat diri. Jika itu memang wanita dewasa maka menurutku merupakan wanita dewasa yang istimewa. Jika kaki hitam atau belang lalu tumit mereka retak-retak seperti tanah tandus maka kemungkinan ia wanita biasa atau simbok-simbok.

Putihnya wajah belum tentu cantik, karena sering dijumpai para wanita berwajah putih namun berleher coklat. Kesimpulan yang aku dapatkan adalah para wanita yang merawat diri dari ujung rambut sampai ujung kaki adalah mereka wanita yang bisa disebut istimewa. Tentunya istimewa dari segi penampilan jasmaninya.

Jadi bro, dari itu semua kita bisa lihat apakah lady biker berusia muda atau tua, istimewa atau biasa. Ada yang mau menambahkan? atau aku nya yang kurang kerjaan hingga mengamati sampai segitu jauhnya?